KELIMPAHAN POPULASI
Populasi
diartikan sebagai suatu kumpulan kelompok makhluk yang sama spesies
(atau kelompok lain yang individunya mampu bertukar informasi genetik),
yang mendiami suatu ruang khusus, yang memiliki berbagai karakteristik
yang walaupun paling baik digambarkan secara statistik, unik sebagai
milik kelompok dan bukan karakteristik individu dalam kelompok itu.
Populasi
memiliki beberapa karakteristik berupa pengukuran statistik yang tidak
dapat diterapkan pada individu anggota populasi. Karakteristik dasar
suatu populasi. adalah ukuran besar populasi, kerapatan dan kelimpahan
populasi.
Dalam
mempelajari kelimpahan suatu spesies di satu lokasi tunggal maka
idealnya perlu tahu tentang kondisi fisika kimia, tingkat sumber daya
yang dapat diperoleh, daur hidup makhluk itu, pengaruh kompetitor,
pemangsa, parasit dan sebagainya. Perbadaan-perbedaan dalam populasi
mungkin dapat dikorelasikan dengan cuaca, jenis tanah, cacah predator,
dan sebagainya. Suatu populasi dapat dirubah oleh kelahiran, kematian
dan migrasi. Suatu nilai ekstrim besarnya populasi dapat mencerminkan
tingkat saat terakhir ketika berkurang, waktu yang dilampaui untuk
tumbuh kembali dan laju pertumbuhan intrinsik selama waktu tersebut.
Suatu nilai ekstrim lain besarnya populasi juga dapat
mecerminkan ketersediaan beberapa sumber daya yang menjadi kendala
perluasan populasi lebih lanjut yang dibatasi oleh laju kelahiran,
bertambahnya laju kematian atau stimulasi migrasi.
Metode CMR (Capture-Mark-Recapture)/ MMM (Menangkap-Menandai-Menangkap Kembali)
Metode
MMM, merupakan metode yang sudah populer digunakan untuk menduga ukuran
populasi dari suatu spesies hewan yang bergerak cepat, seperti ikan,
burung atau mamalia kecil. Metode ini dikenal ,juga sebagai metode
Lincoln-Peterson berdasarkan nama penemunya.
Metode
ini pada dasarnya adalah menangkap sejumlah individu dari suatu
populasi hewan yang akan dipelajari. Individu yang ditangkap itu diberi
tanda dengan tanda yang mudah dibaca atau diidentikasi, kemudian
dilepaskan kembali dalam periode waktu yang pendek (umumnya satu hari).
Setelah beberapa hari (satu atau dua minggu), dilakukan pengambilan
(penangkapan) kedua terhadap sejumlah individu dari populasi yang sama.
Dari penangkapan kedua ini, lalu diidentikasi individu yang bertanda
yang berasal dari hasil penangkapan pertama dan individu yang tidak
bertanda dari hasil penangkapan kedua.
Adapun
cara menandai hewan bermacam-macam, tergantung spesies hewan yang
diteliti, habitatnya (daratan, perairan), lama periode pengamatan, dan
tujuan studi. Namun, dalam cara apapun yang digunakan, perlu
diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:
1. Tanda yang digunakan harus mudah dikenali kembali dan tidak ada yang hilang atau rusak selama periode pengamatan.
2. Tanda yang digunakan tidak mempengaruhi atau mengubah perilaku aktivitas dan peluang hidup.
3. Setelah diberi penandaan hewan-hewan itu harus dapat berbaur dengan individu-individu lain didalam populasi.
4. Peluang untuk ditangkap kembali harus sama bagi individu-individu yang bertanda maupun tidak. (Anonimus, 2008)
Rumus-rumus perhitungan metode MMM, apabila :
M : Jumlah individu yang ditandai dan dilepaskan kembali pada periode pencuplikan ke-1
n : Jumlah total yang bertanda maupun yang tidak bertanda, pada periode pencuplikan ke-2
m : Jumlah individu bertanda yang tertangkap kembali pada periode penangkapan ke-2
N : Jumlah individu di alam/ dalam populasi
Maka harga taksiran kelimpahan populasi (N3 Indeks Peterson-Lincoln) dapat dihitung sebagai berikut :
Apabila nilai M>30 N=
Dengan variasi estimasi var. N=
Apabila M<30 digunakan perhitungan berdasarkan rumus-rumus berikut:
N = dan var. N =